We arE sTuDEnT Of MAtsaNewa!`
Jumat, 28 Agustus 2009
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Percobaan
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel bebas berupa ekstrak melati.
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 15 Agustus 2009 samapi selesai. Penelitian ini dilakukan di Jl. Pandanlaras no.10 , Malang.
C. Alat dan Bahan
1. Kompor
2. Ceret
3. Selang Transparan
4. Botol Parfum
5. Kamera
6. Bunga Melati
7. Air
8. Es Batu
D. Cara Kerja
Lubangilah tutupan tersebut sehingga dapat dihubungkan dengan selang transparan.
Masukan air secukupnya ke dalam ceret dan masukan beberapa bunga melati secukuppnya ke dalam ceret.
Nyalakan kompor
Tutuplah ceret dengan tutupan sampai rapat
Tunggu hingga mendidih
Setelah mendidih akan keluar uap dari uap itu akan kita jadikan cair agar dapat dijadikan minyak wangi.
Sediakan Es Batu secukupnya dan letakan di dekat selang transparan dan tempelkan agar uap dapat menjadi cair setelah terkena es batu.
Tunggu hingga botol parfum terisi penuh oleh cairan yang berasal dari uap tersebut
Setelah penuh, matikan kompor dan tutup lah botol parfum hingga rapat.
Label: KIr
BAB II
KALJIAN PUSTAKA
A. Distilasi
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan spritus. Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-4 Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia Islam pada masa kekhalifahan Abbasiah, terutama oleh Al-Razi pada pemisahan alkohol menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik, bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro, The Hickman Stillhead dapat terwujud. Tulisan oleh Jabir Ibnu Hayyan (721-815) yang lebih dikenal dengan Ibnu Jabir menyebutkan tentang uap anggur yang dapat terbakar, ia juga telah menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai sampai saat kini. Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh Al-Kindi (801-873).
(http://www.google.co.id/search?hl=id&q=distilasi+uap&meta=&aq=0&oq=distilasi)
Distilasi adalah pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya. Dalam hal ini adalah destilasi fraksinasi. Mula-mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu ± 370°C. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga bagian bawah kolom fraksinasi). Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi).
Distilasi adalah suatu proses yang melibatkan campuran liquid atau uap yang terdiri dari dua atau lebih komponen dipisahkan menjadi fraksi komponen yang diinginkan, dengan memasukan dan mengeluarkan panas. Pemisahan komponen dari campuran liquid dengan distilasi tergantung pada titik didih masing-masing komponen. Dan juga tergantung pada konsentrasi, karena masing-masing mempunyai karakteristik titik didih. Sehingga proses distilasi tergantung pada karakteristik tekanan uap campuran liquid
(http://processengineers.blogspot.com/2008/01/distillation-basic-theory-part-01.html)
B. Melati
Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Di Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac) karena bunganya dikaitkan dengan berbagai tradisi dar banyak suku di negara ini. Jenis lain yang juga populer adalah gambir (J. officinale). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali), Meulu cut atau Meulu China (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), serta Malete (Madura). Bunga melati bermanfaat sebagai bunga tabur, bahan industri minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Melati)
Label: KIr
MAKALAH KARYA ILMIAH
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
Bunga melati atau yang sering disebut jasmine, selain digunakan untuk the karena aroma wanginya, melati juga dapat dijadikan sebagai bahan pengharum. Kita bisa mendapatkan tanaman ini dengan mudah. Biasanya, tanaman ini cocok ditanam di daerah yang bersuhu sejuk.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
Bagaimana caranya bunga bisa menjadi minyak wangi?
Mana yang lebih tahan lama antara minyak wangi tanpa alkohol dengan minyak wangi yang menggunakan campuran alkohol?
C. Hipotesa
Menurut dugaan kelompok kami, bunga bisa dijadikan minyak wangi, karena keharumanya yang alami yang dimiliki oleh bunga pada umumnydan juga kami dapat mengambil uap air dari hasil perebusan bunga tersebut untuk dijadikan minyak wangi.
Selain itu, menurut pendapat kelompok kami, parfum yang lebih tahan lama adalah parfum yang mengandung alkohol. Karena pada dasarnya parfum tersebut mendapatkan campuran bahan kimia yang dapat menguatkan aroma parfum menjadi tahan lebih lama.
D. Manfaat Penelitian
Bagi para peneliti : 1. Kami dapat mengetahui manfaat dari bunga selain dijadikan
hiasan ataupun dijadikan sebagai obat.
2. Kami juga dapat membuat parfum secara sederhana dengan
biaya yang relatif sedikit dan cara yang tidak memakan waktu.
Bagi para pembaca : 1. Menambah ilmu pengetahuan
2. Memperluas wawasan bagi para pembaca
E. Tujuan Penelitian
1. Untuk menghasilkan minyak wangi yang non alkohol karena terbuat murni dari aroma
melati. Minyak wangi ini juga halal digunakan beribadah karena tidak mengandung
alkohol.
Untuk mencari alternatif atau manfaat lain dari bunga melati selain sebagai hiasan
atau sebagai bahan pembuat teh.
Label: KIr